Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Wanita Digelar di Pengadilan Negeri Cianjur
- account_circle Irfan
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- visibility 242
- comment 0 komentar

CIANJUR RAYA — Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang wanita berinisial S (30) tahun yang sempat menggemparkan warga Cianjur beberapa bulan lalu kini memasuki babak baru. Setelah melalui proses penyidikan yang panjang, sidang perdana kasus tersebut digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat.
Kronooogis kejadian, Korban sebelumnya ditemukan tewas di antara bebatuan Sungai Cipendawa, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, kawasan Puncak Cianjur, pada Rabu (4/6/2025). Penemuan jasad korban sempat viral di media sosial karena kondisi tubuh korban yang mengenaskan dan lokasi kejadian yang terpencil. Kasus ini pun menyita perhatian publik, terutama karena motif pembunuhan yang disebut-sebut berkaitan dengan persoalan pribadi antara korban dan pelaku.
Dalam persidangan perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dijadwalkan membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa, yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut. Sidang berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan, mengingat tingginya minat masyarakat dan media yang ingin mengikuti jalannya proses hukum ini.
Menariknya, kasus ini turut mendapat perhatian dari berbagai organisasi advokat. Sebanyak 20 pengacara dari sejumlah organisasi hukum di Cianjur dan Bandung ikut terlibat mendampingi keluarga korban serta memberikan dukungan hukum dalam proses peradilan.
Salah satu pengacara yang terlibat, Elis, menyampaikan bahwa pihaknya berharap JPU dapat menegakkan hukum secara adil dan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Kami berharap jaksa dapat menuntut sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh tersangka, tanpa ada keringanan yang tidak berdasar. Keadilan bagi korban dan keluarga harus ditegakkan,” ujar Elis kepada cianjurraya.com, Senin (3/11/2025).
Elis juga menegaskan bahwa tim kuasa hukum akan terus memantau jalannya sidang hingga putusan akhir.
“Kami bersama tim kuasa hukum akan terus mengawal proses hukum ini sampai tuntas. Tidak hanya dalam tahap persidangan, tapi juga sampai nanti pada eksekusi putusan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban yang hadir di pengadilan tampak haru dan tegas meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Salah satu perwakilan keluarga korban mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam serta trauma yang masih dirasakan hingga kini.
“Kami hanya ingin keadilan. Sidang pertama ini mudah-mudahan menjadi langkah awal agar pelaku bisa dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” tutur anggota keluarga korban dengan nada penuh harap.
Sidang berikutnya dijadwalkan akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari pihak keluarga dan kepolisian. Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat tentang pentingnya penegakan keadilan bagi korban kekerasan dan pembunuhan.
- Penulis: Irfan
- Editor: Kusnandar




Saat ini belum ada komentar