Pedagang Pasar Bomero Tolak Relokasi ke Pasar Induk, Desak Pemkab Cianjur Dengarkan Aspirasi Rakyat
- account_circle Solihat
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025
- visibility 243
- comment 0 komentar

CIANJUR RAYA — Rencana relokasi pedagang Pasar Bomero ke Pasar Induk Pasirhayam kembali menuai penolakan keras dari para pedagang. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil dan dikeluarkan tanpa proses musyawarah yang melibatkan seluruh pihak terdampak.
Puluhan pedagang yang tergabung dalam komunitas Pasar Bomero menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi damai di kawasan Bomero Citywalk, Sabtu (09/11/25) Dalam aksi tersebut, mereka membawa spanduk berisi penolakan relokasi dan menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk lebih memprioritaskan kesejahteraan masyarakat lokal.
Menurut perwakilan pedagang, relokasi ke Pasar Induk Pasirhayam dinilai akan mematikan usaha kecil mereka. Lokasi baru dianggap tidak strategis dan jauh dari pelanggan tetap, sehingga berpotensi menurunkan pendapatan secara drastis.
“Kami bukan menolak pembangunan atau penataan kota. Kami hanya ingin pemerintah mendengar suara kami. Pasar Bomero bisa diperbaiki tanpa harus dipindahkan. Kami ingin tetap mencari nafkah di tempat ini yang sudah menjadi sumber ekonomi keluarga kami selama bertahun-tahun,” ujar salah satu perwakilan pedagang kepada wartawan.
Para pedagang juga menuding pemerintah daerah terlalu terburu-buru mengambil keputusan tanpa kajian sosial dan ekonomi yang matang. Mereka menilai bahwa proses sosialisasi yang dilakukan tidak menyeluruh dan cenderung formalitas.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian menyampaikan bahwa rencana relokasi tersebut bertujuan untuk menata ulang kawasan perkotaan serta meningkatkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan pasar.
“Relokasi ini dilakukan dalam rangka penataan kawasan perkotaan dan peningkatan fasilitas perdagangan. Kami berkomitmen untuk memastikan semua pedagang mendapatkan tempat yang layak dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar salah satu pejabat dinas terkait saat dikonfirmasi.
Meski demikian, banyak pedagang yang merasa belum mendapatkan jaminan pasti terkait lokasi, biaya, maupun kompensasi relokasi. Mereka mendesak agar Pemkab Cianjur membuka ruang dialog yang lebih luas dengan melibatkan perwakilan pedagang, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait.
“Pemerintah harusnya hadir mendengarkan suara rakyat kecil, bukan hanya membuat kebijakan di atas meja tanpa melihat kondisi di lapangan,” ungkap salah satu pedagang senior, kepada jurnalis cianjurraya.com.
Situasi di kawasan Pasar Bomero hingga saat ini masih berlangsung kondusif. Para pedagang berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan relokasi dan memilih solusi terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.
#BomeroCityWalk #Cianjur #PedagangBomero #AspirasiRakyat #PasarIndukPasirhayam #cianjurraya.com
- Penulis: Solihat
- Editor: Kusnandar




Saat ini belum ada komentar