Diduga Jadi “Mata-Mata” Perajak, Mantan Karyawan Gudang Rokok Dibongkar Modusnya
- account_circle Najib
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- visibility 232
- comment 0 komentar

CIANJUR – Seorang mantan karyawan gudang rokok tanpa cukai di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, diduga berperan sebagai “mata-mata” atau informan (cucu) yang membocorkan informasi pengiriman barang kepada jaringan perajak ilegal. Oknum berinisial J ini dituding menjadi dalang di balik serangkaian penyitaan ilegal yang menargetkan pengiriman dari mantan tempat kerjanya.
Keterlibatan J mulai terendus setelah beberapa kali pengiriman rokok dari gudang tersebut nyaris selalu dihadang dan dirajia (disita) oleh oknum perajak. Yang membuat curiga, aksi-aksi ini dilakukan dengan presisi yang tinggi, seolah-olah para perajak memiliki akses terhadap informasi internal.
“Modusnya sangat terarah dan sistematis. Oknum yang merajia ini tahu persis barang akan dikirim ke mana, rutenya lewat mana, bahkan jam berapa persisnya truk keluar dari gudang. Ini jelas mengindikasikan adanya kebocoran informasi dari orang dalam,” ujar seorang sumber yang familiar dengan investigasi kasus ini, Minggu (23/11/2025).
Diduga, J yang telah berstatus sebagai mantan karyawan, memanfaatkan pengetahuan mendalamnya tentang seluk-beluk operasional gudang untuk menjadi “tukang tilik”. Informasi rute, lokasi tujuan, dan jadwal pengiriman yang dia jual kemudian menjadi senjata ampuh bagi jaringan perajak untuk menyergap dan menyita rokok di tengah perjalanan.
Praktik ini menimbulkan kerugian ganda. Di satu sisi, perusahaan pemilik barang harus menanggung kerugian material secara langsung. Di sisi lain, negara juga dirugikan karena hasil sitaan ilegal tersebut tidak disetorkan, melainkan dialihkan untuk keuntungan pribadi jaringan, sehingga memangkas penerimaan negara dari sektor cukai.
Kuatnya dugaan terhadap J sebagai otak informasi ini juga dibenarkan oleh salah satu pelaku usaha rokok tanpa cukai yang memilih untuk menyembunyikan identitasnya.
“Sangat mungkin itu dilakukan orang dalam, apalagi dia (J) sudah tidak bekerja lagi di sana. Dia tahu semua prosedur dan celahnya. Mustahil oknum perajak bisa bekerja dengan begitu akurat tanpa informasi dari dia,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara komprehensif jaringan perajak ilegal ini serta motif di balik tindakan J. Identitas para pelaku perajak dan proses hukum yang akan menjerat sang mantan karyawan masih menjadi fokus penyelidikan.
Najib
- Penulis: Najib
- Editor: Kusnandar.




Saat ini belum ada komentar