Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Ripan Agustina korban kebakaran truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina
- account_circle Salma
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- visibility 241
- comment 0 komentar

CIANJUR RAYA – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Ripan Agustina (20), korban kebakaran truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina yang terjadi di kawasan Terminal BBM Jebrod, Cianjur. Setelah berjuang melawan luka bakar berat selama tiga hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Ripan akhirnya meninggal dunia pada Selasa (4/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Ripan merupakan warga Kampung Pamoyanan, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur. Ia adalah anak keempat dari pasangan Nana dan Ema. Tragedi itu terjadi pada Sabtu (1/11/2025) siang, ketika truk tangki BBM milik Pertamina terbakar di area Terminal BBM Jebrod. Saat kejadian, Ripan tengah melintas menggunakan sepeda motor di dekat lokasi dan tak sempat menghindar ketika api dari truk menjalar cepat ke sekitarnya.
Akibat peristiwa itu, Ripan mengalami luka bakar hingga 90 persen di seluruh tubuhnya. Ia sempat mendapatkan pertolongan pertama di RSUD Sayang Cianjur sebelum akhirnya dirujuk ke RSPP Jakarta untuk menjalani perawatan intensif. Selama tiga hari di rumah sakit, tim medis berjuang keras memberikan perawatan terbaik, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Setelah proses administrasi dan pemulangan jenazah selesai, jasad Ripan tiba di kampung halamannya pada Selasa pagi dan langsung dimakamkan di pemakaman umum Pamoyanan. Prosesi pemakaman berlangsung haru, dihadiri keluarga, kerabat, serta perwakilan sejumlah instansi. Tampak hadir Camat Cianjur Saripudin, perwakilan dari Polsek Cianjur Kota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur.
Pihak manajemen PT Pertamina Patra Niaga, yang diwakili oleh Satria, turut hadir dan menyampaikan duka cita mendalam. “Atas nama manajemen direksi dan saya pribadi, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Ripan Agustina. Kami turut merasakan kehilangan yang sangat besar,” ujar Satria di sela pemakaman.
Ia menambahkan bahwa sejak kejadian, pihak Pertamina telah mendampingi proses penanganan korban dari awal hingga akhir. “Sejak almarhum dirawat di RSUD Sayang, tim kami langsung turun untuk memantau kondisi dan membantu proses rujukan ke Jakarta. Kami juga mendampingi setiap hari selama perawatan di RSPP,” jelasnya.
Menurut Satria, tim medis telah berupaya maksimal, namun luka bakar yang dialami korban tergolong sangat parah. “Dari hasil observasi dokter, sekitar 90 persen tubuh almarhum mengalami luka bakar derajat tinggi. Pada Senin malam kondisinya sempat drop, dan kami sudah berusaha semampu kami, tetapi Tuhan berkehendak lain,” tuturnya lirih.
Pihak keluarga menerima dengan ikhlas kepergian Ripan, meskipun rasa kehilangan masih begitu terasa. “Kami hanya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar salah satu kerabat korban dengan mata berkaca-kaca.
Insiden kebakaran truk BBM di Terminal Jebrod kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian bersama tim teknis dari Pertamina. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran. Namun, pihak berwenang memastikan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah peristiwa serupa di kemudian hari.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga jarak aman saat berada di sekitar kendaraan pengangkut bahan bakar atau bahan mudah terbakar lainnya. Tragedi yang menimpa Ripan menjadi pengingat betapa pentingnya keselamatan bersama di jalan raya.
- Penulis: Salma
- Editor: Kusnandar




Saat ini belum ada komentar